Kebakaran Kembali Terjadi di Desa Sepakuan, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Empat Kebun Warga Terdampak
Kebakaran Kembali Terjadi di Desa Sepakuan, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Empat Kebun Warga Terdampak
Mamasa 27/09/26-Kebakaran kembali terjadi di wilayah Desa Sepakuan, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Peristiwa kebakaran hebat yang terjadi pada Sabtu, 26 September 2026, sekitar pukul 13.00 hingga 19.00 WITA tersebut melanda kawasan perkebunan warga di Dusun Buntu-buntu dan mengakibatkan sejumlah tanaman produktif hangus dilalap api.
Hingga saat ini, penyebab awal mula terjadinya kebakaran tersebut belum diketahui secara pasti. Namun, berdasarkan informasi sementara, salah seorang warga mencurigai adanya dugaan pembakaran yang dilakukan secara sengaja di salah satu area perkebunan. Api kemudian diduga merambat ke lahan perkebunan milik warga lainnya hingga meluas dan sulit dikendalikan.
Dalam upaya memadamkan kobaran api, sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas pemadam kebakaran bersama warga setempat dan para relawan turut berupaya menjinakkan api dengan peralatan yang tersedia.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, besarnya kobaran api serta kondisi lahan yang mudah terbakar menyebabkan proses pemadaman berlangsung cukup sulit. Api dengan cepat merambat dari satu area perkebunan ke perkebunan lainnya sehingga membuat petugas dan warga yang terlibat dalam proses pemadaman kewalahan.
Berdasarkan laporan sementara, sedikitnya empat kebun milik warga terdampak dalam peristiwa tersebut. Sejumlah tanaman perkebunan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat mengalami kerusakan dan hangus terbakar.
Salah seorang pemilik kebun yang terdampak mengungkapkan kekecewaannya atas kejadian tersebut. Ia menyayangkan kebakaran yang mengakibatkan tanaman produktif miliknya hangus, padahal sebagian tanaman sedang memasuki masa berbunga dan berbuah.
"Ya, sangat disayangkan atas peristiwa kebakaran ini, karena kebun saya hangus dan beberapa tanaman mati, padahal sedang berbunga dan berbuah," ungkap salah seorang pemilik kebun.
Informasi sementara menyebutkan bahwa sedikitnya 11 pohon cokelat atau kakao hangus terbakar, sementara puluhan pohon kopi juga ikut dilalap si jago merah. Kerugian material yang dialami para pemilik kebun hingga saat ini masih memerlukan pendataan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian masyarakat, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan. Pembakaran terbuka yang tidak diawasi, baik untuk membersihkan lahan maupun kepentingan lainnya, berpotensi memicu kebakaran yang dapat meluas dan mengancam perkebunan serta permukiman warga.
Harapan kepada Pemerintah dan Instansi Terkait
Menyikapi kejadian tersebut, masyarakat berharap pemerintah desa, pemerintah Kecamatan Balla, Pemerintah Kabupaten Mamasa, serta instansi terkait dapat meningkatkan langkah-langkah pencegahan kebakaran lahan, terutama selama musim kemarau.
Pemerintah dan instansi terkait diharapkan tidak hanya melakukan penanganan ketika kebakaran telah terjadi, tetapi juga mengutamakan upaya pencegahan melalui patroli rutin di kawasan rawan kebakaran, khususnya di wilayah perkebunan dan sekitar permukiman warga.
Selain itu, edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan secara sembarangan perlu lebih digencarkan. Masyarakat perlu diberikan pemahaman tentang pentingnya kewaspadaan saat melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, cara mencegah kebakaran, serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila menemukan titik api sejak dini.
Tidak kalah penting, masyarakat juga berharap aparat dan instansi berwenang dapat melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengusut penyebab kebakaran tersebut. Dugaan adanya unsur kesengajaan perlu ditelusuri berdasarkan bukti dan keterangan saksi agar penyebab sebenarnya dapat diketahui secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Apabila ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum, masyarakat berharap agar penanganannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebakaran lahan bukan hanya mengakibatkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada hasil perkebunan.
Masyarakat berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di wilayah Desa Sepakuan dan Kecamatan Balla. Diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat, petugas pemadam kebakaran, dan seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga lingkungan, serta melindungi sumber penghidupan warga dari ancaman kebakaran lahan.

