BREAKING NEWS

Ambisi Hijau Kota makassar: Menakar Masalah Sampah dan Solusinya

 Ambisi Hijau Kota makassar: Menakar Masalah Sampah dan Solusinya



      Ruang publik Kota Makassar beberapa hari ini dikejutkan dengan keberanian Pemerintah Kota Makassar. Khususnya dalam hal penanganan sampah yang ada di Kota Makassar. Berdasarkan data yang ada, bahwa kota Makassar menghasilkan sampah +1.000 Ton/Hari. Tentu data ini menjadi salah satu landasan dari pemimpin kita Bapak Munafri Arifuddin sebagai Walikota Makassar untuk memulai pembenahan sampah dengan bijak, mulai dari program yang akan jalan yakni PLTSA (Pembangkit Listrik tenaga sampah) serta program TPA hanya menerima Sampah Residu. 

Sebab, cita-cita dan ambisi kota makassar selain Inklusif tetapi menuju Kota Dunia. Upaya konkrit yang dikerjakan adalah menangani masalah sampah.


Tercatat 2 program yang tentu sangat menimbulkan banyak kontroversial terjadi di kalangan masyarakat. Ada masyrakat yang menolak PLTSA dikarenakan dampak lingkungan, sosial dan lainnya bagi masyrakat sekita.

Disisi lain ada juga masyarakat yang menolak pemilahan sampah dengan akibat banyaknya pekerja sampingan mulia yang tersisihkan. Mereka yang hidupnya terpaksa harus memungut sampah dan memilahnya untuk mencari rejeki sebatas hidup di hari ini dan besok harus kehilangan pekerjaannya. Tentu ini bukanlah hal yang sederhana bagi Pemerintah Kota Makassar, di satu sisi kita akan menuju Kota yang ramah dan nyaman lingkungannya, di satu sisi juga kita sedang merenggut hidup banyak orang. 

Artinya menuju kota dunia sistem kapitalisasi sampah di kota Makassar tidak saja sebagai masalah yang harus di tindak dengan serius namun menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar TPA.


Kesejangan ini perlu di pikirkan secara  bersama. Pemerintah Kota Makassar harus tampil dan menjadi pembuat kebijakan solutif untuk menangani ini, Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar harus turun mendata masyarakat terdampak terhadap hal ini. 

Pada saat yang sama sebagai denyut nadi masyarakat yang terus bersuara untuk keadilan, maka dengan ini kami juga akan menawarkan beberapa pikiran Progresif dan solusi untuk keluar dari masalah ini. Misi utama kami adalah Pembenahan tentang sampah di Kota Makassar harus terselesaikan dengan baik, juga kehidupan masyarakat harus sejahtera. Kami menyarankan kepada Bapak Walikota Makassar dan Ibu Wakil Walikota Makassar beserta seluruh OPD terkait untuk segera membuat kebijakan : 

1. Merekrut seluruh pekerja mulia memilah sampah menjadi tenaga kerja terbantukan di tingkat Lurah masing-masing.

2. Melatih dan mempersiapkan Masyarakat terdampak untuk mendapatkan skill yang layak demi pekerjaan.

3. Pengadaan Bank sampah Plastik & TEBA di setiap RT/RW 

4. ⁠Pemberian Bak sampah rumahan (3 jenis) di setiap rumah yang membutuhkkan.

5. Membuat Tim Sosialisasi akan dampak sampah dan pentingnya memilah sampah (rumah ke rumah).

6. ⁠Mengkaji dan membuat pengolahan sampah plastik menjadi Rupiah _(Paving Blok, Ecobrick & Kerajinan Kreatif lainnya)_


Pikiran ini tentu belum sempurna, tetapi kami yakin sebagai gerak yang baik ialah bagaimana berkontribus kecil terhadap setiap perubahan. Masalah sampah tentu bukanlah hal yang mudah kita tangani, tetapi hal ini akan menadi peluang besar bagi Kota Makasar jika pengelolaannya baik. Kota Makassar harus bergerak cepat untuk menjemput frasa "Makassar Kota Dunia", kehidupan yang maju dan sehat akan dimulai dari rumah ke rumah. Kami secara tegas mendukung penuh langkah-langkah Pemerintah Kota Makassar saat ini dan harus di barengi dengan pemberian kehidupan yang layak bagi masyarakat terdampak.


(Muh. Vicky Ridho F./Wakil Ketua KNPI SULSEL)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image