Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Fajar Dalami Dunia Event Organizer Lewat Kunjungan Industri ke FAMS PROJECTT
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Fajar Dalami Dunia Event Organizer Lewat Kunjungan Industri ke FAMS PROJECTT
Dipandu langsung oleh praktisi berpengalaman, sesi diskusi di Bill77Coffee membuka wawasan mahasiswa PR tentang kompleksitas perencanaan event, penggalangan sponsor, dan peran strategis Humas dalam industri event organizer profesional.
Tim Redaksi Prodi Ilmu Komunikasi | Makassar, 11 Mei 2026
MAKASSAR,MIMBARMUDANEWS—Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi konsentrasi Public Relations (PR) Universitas Fajar menggelar kunjungan industri ke FAMS PROJECTT, sebuah perusahaan Event Organizer (EO) profesional yang telah lama berkiprah di Makassar. Kegiatan berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026, bertempat di Bill77Coffee, Makassar, dan dihadiri oleh dua praktisi senior dari FAMS PROJECTT, yakni Fahmi dan Ragil, yang mengisi sesi diskusi interaktif bersama para mahasiswa selama beberapa jam.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program pembelajaran berbasis industri sebagai jembatan antara dunia akademik dan praktik profesional, kegiatan ini dicanangkan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Fajar. Tujuan utamanya adalah memberikan pemahaman nyata kepada mahasiswa mengenai proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sebuah event secara menyeluruh, mulai dari pembentukan konsep hingga pelaporan akhir pasca-acara.
Kegiatan ini dinilai penting mengingat kompetensi pengelolaan event merupakan salah satu keahlian inti yang harus dikuasai oleh seorang praktisi Public Relations. Dalam sesi diskusi, Fahmi membuka pemaparan dengan memaparkan perbedaan mendasar antara Event Organizer dan Wedding Organizer dari sisi kompleksitas dan tantangan yang dihadapi. Ia menegaskan bahwa secara umum, tanggungan seorang EO jauh lebih berat dibandingkan WO karena tingkat kedetailan dan kedalaman pekerjaannya.
Menurut Fahmi “Event Organizer lebih berat dibanding Wedding Organizer karena event lebih detail dan kompleks. Wedding punya tantangan tersendiri, biasanya dari pihak keluarga klien yang kadang memicu miskomunikasi antara klien dan vendor” tuturnya.
Lebih lanjut, Fahmi dan Ragil menegaskan bahwa setiap event profesional harus dibangun di atas konsep yang matang, yang mencakup tujuan acara baik bersifat edukatif atau hiburan, jangkauan peserta, waktu dan tempat pelaksanaan, serta rencana anggaran biaya yang terperinci. Keduanya juga menekankan bahwa penyusunan anggaran sebaiknya dilakukan setelah konsep dan jadwal pelaksanaan sudah dipahami secara mendalam, bukan sebaliknya, agar alokasi dana benar-benar mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan.
Salah satu topik yang mendapat perhatian besar dari para mahasiswa adalah strategi penggalangan sponsor. Menurut Fahmi dan Ragil, kunci utama dalam menarik sponsor terletak pada kekuatan proposal dan keberanian untuk melakukan pertemuan langsung. Komunikasi melalui media sosial dinilai kurang efektif dan tidak disarankan sebagai pendekatan utama dalam pitching.
Mereka juga memperkenalkan konsep klasifikasi sponsor yang umum digunakan dalam industri, yaitu tingkatan Platinum, Gold, dan Silver, yang membedakan kontribusi sponsor baik dalam bentuk produk, hadiah, maupun dana tunai. Perusahaan-perusahaan produk FMCG seperti Mayora, misalnya, disebut sebagai salah satu target potensial yang kerap didekati oleh EO untuk menjalin kerja sama sponsorship.
Dari sisi operasional, para narasumber menguraikan pentingnya struktur kepanitiaan yang jelas dengan pembagian tugas yang tidak tumpang tindih. Mereka secara khusus menekankan bahwa divisi PHD (Publikasi, Humas dan Dokumentasi) tidak boleh digabungkan dengan Humas karena keduanya memiliki fungsi dan beban kerja yang berbeda.
Setiap event juga memerlukan rundown yang sangat rinci, mencakup urutan waktu, catatan teknis untuk masing-masing segmen, hingga tataletak venue yang terencana. Selain itu, timeline kepanitiaan disarankan disusun dalam format matriks lengkap dengan rincian rencana anggaran biaya setiap divisi, agar setiap tim dapat berjalan sesuai jadwal dan anggaran yang telah ditetapkan. Tersedianya Liaison Officer untuk talent, MC, dan peserta juga ditekankan sebagai elemen penting dalam menjamin kelancaran operasional di lapangan.
Bagi mahasiswa konsentrasi Public Relations, paparan mengenai peran Humas dalam ekosistem EO menjadi bagian yang paling relevan. Fahmi dan Ragil menjelaskan bahwa dalam praktik industri, Humas ditempatkan dalam kategori sponsor dan memiliki fungsi strategis dalam menjaga relasi dengan media partner, klien, serta berbagai pemangku kepentingan. Mereka juga merekomendasikan beberapa media partner lokal yang aktif dan relevan di Makassar sebagai mitra potensial dalam promosi dan peliputan acara.
Seluruh rangkaian diskusi disambut antusias oleh para mahasiswa yang aktif mengajukan pertanyaan seputar tantangan nyata di lapangan. Kunjungan ini dinilai berhasil memberikan wawasan strategis dan operasional yang tidak dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di kelas.
Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Fajar menyatakan komitmennya untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa secara berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teoritis, tetapi juga siap menghadapi dinamika industri komunikasi profesional yang terus berkembang.
Informasi lebih lanjut:
Program Studi Ilmu Komunikasi - Konsentrasi Public Relations, Universitas Fajar, Makassar
FAMS PROJECTT - Fahmi & Ragil
