BREAKING NEWS

Gerah Tak Diperhatikan Pemerintah, Pemuda MaulafaTambal Sendiri Jalan Rusak di JL SD Laning

 

Gerah Tak Diperhatikan Pemerintah, Pemuda  Maulafa Tambal Sendiri Jalan Rusak di JL SD Laning

KUPANG-MIMBARMUDANEWS, 24/04/26 – Aspal yang terkelupas, lubang menganga yang digenangi air saat hujan, telah menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga di sekitar Jalan SD Laning, Kelurahan Maulafa, Kota Kupang. Namun, pada hari ini, pemandangan itu sedikit berubah. Bukan oleh kehadiran alat berat milik dinas terkait, melainkan oleh deru mesin pengaduk semen dan peluh keringat para pemuda yang tergabung dalam Maulafa Boys Generation (MBG).

Gerah karena tidak adanya perhatian sama sekali dari Pemerintah Kota Kupang, komunitas pemuda MBG memutuskan untuk melakukan aksi nyata. Mereka turun ke jalan, bukan untuk berdemonstrasi di depan kantor pemerintahan, melainkan untuk menambal sendiri kerusakan jalan yang selama ini menjadi ancaman bagi keselamatan warga.

Jalan SD Laning merupakan akses vital bagi masyarakat. Selain menjadi jalur utama bagi anak-anak menuju sekolah, jalan ini juga menghubungkan pemukiman padat penduduk. Sayangnya, kondisi infrastruktur di titik ini seolah terlupakan dalam peta pembangunan kota.

"Kami sudah sering mendengar keluhan warga, mulai dari motor yang terjatuh hingga anak sekolah yang bajunya kotor karena terkena cipratan air dari lubang jalan. Kami menunggu dan terus menunggu, tapi tidak ada tanda-tanda pemerintah akan datang memperbaiki," ujar Ketua MBG.

Ketidakhadiran negara di tengah persoalan infrastruktur ini memicu solidaritas di tingkat akar rumput. Para pemuda MBG bersepakat bahwa jika mereka terus menunggu birokrasi yang lamban, maka keselamatan warga akan terus terancam. Dengan semangat gotong royong, mereka mengumpulkan donasi secara swadaya—mulai dari iuran anggota hingga sumbangan sukarela dari warga sekitar yang turut merasa prihatin.


Sejak jam15.00 Wita tepatnya hari kamis, 23 April 2026 masyarakat sektar sudah terlihat sibuk. Ada yang bertugas mengangkut pasir, mengaduk semen, hingga mengatur arus lalu lintas agar pengerjaan tidak terganggu. Aksi ini menarik simpati banyak orang. Beberapa warga yang melintas bahkan berhenti sejenak untuk memberikan sekadar minuman atau makanan kecil sebagai bentuk dukungan moral.

Material seperti tanah “sertu” atau tanah galian yang digunakan memang tidak akan sekuat aspal hotmix standar pemerintah, namun bagi warga Maulafa, tambalan tersebut adalah simbol perlawanan sekaligus martabat. Mereka membuktikan bahwa kepedulian terhadap fasilitas publik tidak harus menunggu surat perintah atau anggaran turun dari meja pejabat.

"Ini murni inisiatif anak-anak muda kami di MBG. Kami tidak pakai uang negara. Kami pakai uang keringat sendiri karena kami sayang kelurahan kami," tegas seorang Diego A. Hermanus

Aksi penambalan jalan secara mandiri ini secara tidak langsung merupakan tamparan keras bagi instansi pemerintah yang memiliki otoritas dan anggaran untuk pemeliharaan jalan. Warga Maulafa merasa dianaktirikan dalam pembagian porsi pembangunan infrastruktur di Kota Kupang.


Menurut warga, permohonan perbaikan sudah sering disuarakan, baik melalui forum resmi maupun media sosial, namun hasilnya selalu nihil. Jalan SD Laning seolah menjadi "anak tiri" di tengah gencarnya pembangunan di pusat kota.

Meski aksi MBG ini memberikan solusi jangka pendek bagi para pengendara, mereka sadar bahwa tambalan semen ini tidak akan bertahan selamanya. Beban kendaraan dan faktor cuaca akan kembali merusak jalan jika tidak dilakukan pengaspalan ulang secara profesional.

Komunitas MBG berharap aksi ini menjadi pengingat bagi Pemerintah Kota Kupang agar segera meninjau kembali prioritas pembangunan mereka. Mereka menuntut agar Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera turun ke lapangan dan melakukan perbaikan permanen di Jalan SD Laning sebelum kerusakan semakin meluas.

Aksi ini ditutup dengan sebuah pesan kuat dari para pemuda Maulafa: "Jika pemerintah tidak bisa hadir untuk rakyat, maka rakyatlah yang akan saling menjaga satu sama lain."

Hingga berita ini diturunkan, pengerjaan swadaya masih berlangsung di beberapa titik terparah sepanjang Jalan SD Laning. Arus lalu lintas diberlakukan sistem buka-tutup secara mandiri oleh pemuda setempat demi kelancaran proses penambalan.

Oleh: TIM MIMBAR MUDA NEWS

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image