MAPERTA GAMKI DIY 2026, Mahendra: Generasi Muda Perlu Disiapkan Menjadi Pemimpin
MAPERTA GAMKI DIY 2026, Mahendra: Generasi Muda Perlu Disiapkan Menjadi Pemimpin
YOGYAKARTA — Generasi muda perlu dipersiapkan menjadi pemimpin yang mampu menghadapi perubahan zaman, memiliki karakter yang kuat serta berani mengambil peran di tengah gereja dan masyarakat. Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan Ketua DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Mahendra Setyahadi Nugraha, S.E., dalam Masa Penerimaan Anggota (MAPERTA) DPD GAMKI DIY 2026.
MAPERTA yang berlangsung di Wisma Immanuel, Jalan Samirono, Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu (19/9/2026), mengangkat tema “Pulihkan Bangsa Kami” berdasarkan Mazmur 89:1–20 dengan subtema “Mewujudkan Kepemimpinan Muda Kristen yang Transformatif dan Inovatif.”
Dalam materinya, Mahendra mengajak peserta melihat dinamika dan realitas kehidupan yang terus berubah sebagai bagian dari tantangan generasi muda saat ini. Perkembangan teknologi digital membuka banyak peluang, tetapi pada saat bersamaan generasi muda juga berhadapan dengan krisis identitas, tekanan lingkungan pergaulan, persoalan akademik hingga tantangan dalam mempertahankan kehidupan iman.
Menghadapi situasi tersebut, Mahendra menekankan pentingnya generasi muda membangun lingkungan pergaulan yang positif, aktif dalam organisasi, memiliki pola pikir berkembang atau growth mindset, mampu mengendalikan diri serta tekun dan konsisten menjalani setiap proses.
Pembentukan karakter tersebut menjadi penting ketika generasi muda dipersiapkan mengambil tanggung jawab kepemimpinan. Organisasi, dalam konteks ini, dapat menjadi salah satu ruang bagi anak muda untuk belajar, berproses, bekerja bersama orang lain dan mengembangkan kapasitas dirinya.
Mahendra juga menempatkan peran generasi muda Kristen dalam konteks sosial yang lebih luas. Mereka perlu memahami pentingnya moderasi beragama dan toleransi, menjadi agen perubahan sekaligus teladan sosial serta mengambil bagian dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dan bangsa.
Dengan demikian, orientasi kepemimpinan yang dibangun tidak berhenti pada kemampuan mengelola organisasi. Generasi muda juga didorong memiliki kepekaan terhadap perubahan dan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan lima fondasi GAMKI yang diperkenalkan kepada peserta MAPERTA, yakni Kristus, Gereja, Oikumene, Indonesia dan Kader. Kelima fondasi itu menghubungkan kehidupan iman, gereja, semangat kebersamaan, tanggung jawab kebangsaan dan keberlanjutan kader dalam satu proses pembentukan.
Dalam sesi lainnya, narasumber senior GAMKI, Stephanus Christiantoro, S.T., S.H., M.H., membawakan materi bertajuk “Berakar di Gereja, Berbuah untuk Bangsa.” Peserta diajak melihat organisasi tidak hanya sebagai wadah aktivitas kepemudaan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan pengembangan kepemimpinan yang dapat memberi dampak di tengah masyarakat.
MAPERTA sendiri merupakan tahap awal bagi anggota baru untuk mengenal identitas, nilai serta arah gerakan GAMKI. Karena itu, proses pembentukan anggota tidak berhenti setelah kegiatan penerimaan selesai, tetapi perlu dilanjutkan melalui kaderisasi yang berkesinambungan.
Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) DPD GAMKI DIY, Teguh Lamentur Takalapeta, berharap MAPERTA menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk menjalani proses pembentukan kepemimpinan yang lebih panjang.
“MAPERTA bukan sekadar menambah anggota, tetapi menjadi pintu awal bagi proses kaderisasi. Kita berharap generasi muda yang masuk GAMKI bertumbuh dalam iman, belajar memimpin dalam organisasi dan akhirnya mampu mengambil tanggung jawab di tengah gereja dan masyarakat,” kata Teguh.
Menurut Teguh, tantangan kaderisasi bukan hanya membuat anggota aktif mengikuti kegiatan organisasi, tetapi memberi ruang bagi mereka untuk bertumbuh, mengembangkan kemampuan serta belajar menerjemahkan gagasan menjadi kerja yang bermanfaat bagi orang lain.
“Kaderisasi harus membuat generasi muda semakin mampu membaca zaman, bekerja bersama orang yang berbeda dan berani mengambil tanggung jawab. Kita ingin proses di GAMKI melahirkan pemimpin muda yang tidak berhenti pada jabatan organisasi, tetapi hadir dan berguna bagi gereja, masyarakat dan bangsa,” ujarnya.
Melalui MAPERTA 2026, DPD GAMKI DIY berharap penerimaan anggota baru menjadi awal dari proses pembentukan generasi muda yang memiliki fondasi iman, kemampuan kepemimpinan, kepedulian sosial serta kesiapan untuk mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.
